Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, September 23, 2012

Perlukah Anak Balita Sekolah

Sekarang ini semakin banyak orang tua yang ingin lebih cepat memasukkan buah hatinya ke sekolah. Anak usia di bawah 3 tahun pun mulai ‘sekolah’ di playgroup yang belakangan banyak yang membuka kelas khusus baby. Mereka berharap semakin dini anak sekolah, maka ia akan semakin pintar. Benarkah demikian?

Menurut Mayke S. Tedjasaputra, Psikolog dan Play Therapist, anak usia di bawah 3 tahun belum perlu dimasukkan ke sekolah. Sebaiknya asuhlah anak di rumah dan berikan anak kesempatan bermain yang lebih bervariasi dan sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka. Orang tua hendaknya menjadi teman bermain anak dengan memberikan kebebasan bereksplorasi dan belajar dari kesalahan. Dalam hal ini anak akan mendapat kesempatan untuk belajar mandiri.

Dengan bermain bersama, akan tercipta ikatan yang kuat antara orang tua dan anak terutama ibu. Peran ibu sangat penting karena ibu merupakan guru pertama sejak anak masih dalam kandungan dan di 3 tahun pertama usia anak.

Melalui kegiatan bermain, orang tua bisa memahami anak lebih baik dan mampu mengetahui potensi yang dimiliki oleh anak sejak usia dini (0-3 tahun), termasuk bakat dan minatnya. Namun mengingat pada masa sekarang mayoritas kedua orang tua bekerja di luar rumah, maka beberapa dari mereka memilih untuk menyekolahkan anaknya atau menitipkan anak ke daycare yang menyediakan fasilitas belajar. Bisa dipahami ketimbang anak di rumah hanya diasuh oleh baby sitter yang  belum tentu mengerti dunia tumbuh kembang anak.

Sekalipun kedua orang tua bekerja, bukan berarti Anda punya excuse. Anda bisa mengoptimalkan waktu yang ada (terutama saat akhir pekan) untuk bermain bersama si kecil. Berikut beberapa panduan yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan bermain:
  • Space to Explore : biarkan anak tetap bermain bereksplorasi di dalam dan di luar ruang (baik secara fisik maupun mental). Tantangan dan hal baru yang ditemui akan membantu perkembangan mereka.
  • Room to Think : berikan kebebasan untuk anak belajar mandiri dan mampu mengekspresikan perasaan mereka.
  • Opportunities to Experience : biarkan anak untuk belajar hal barudan belajar dari kesalahan mereka.
  • Time to Play : porsikan waktu yang cukup untuk bermain dan berilah kesempatan mereka ‘menjelajahi’ dunia.
  • Freedom to Choose : berikan kebebasan anak untuk memilih kegiatan bermain yang mereka inginkan.
 
Sumber : http://www.anakcerdascerebrofort.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : ilustrasi
Tags : Pendidikan, Perlukah Anak Balita Sekolah

Wednesday, September 12, 2012

Hati-hati, Penculik Bisa Jadi Orang Dekat!

Berikan pemahaman pada anak untuk menolak ajakan orang asing saat sedang di jalan.

Kasus penculikan anak makin marak. Hal itu membuat orangtua semakin resah. Pelakunya seringkali bukan orang asing, tapi justru orang yang dekat dengan keluarga dan telah dipercaya.

Hal ini tentu saja membuat banyak orangtua khawatir membiarkan buah hatinya tanpa pengawasan. Baik ke sekolah maupun saat hendak bermain. Tapi hal itu justru membuat orag tua terlalu protektif pada anaknya. Bisa-bisa si anak merasa terkekang.

Kekhawatiran orangtua akan keselamatan anaknya adalah hal wajar. Tapi untuk mencegah terjadinya penculikan, orangtua bisa melakukan tindakan antisipatif.

Ada beberapa hal yang harus Anda tekankan terhadap anak-anak. Berikut kiat untuk menghindari penculikan terhadap anak:
  • Ingatkan anak Anda agar jangan meladeni ajakan orang tidak dikenal meskipun ada iming-iming yang menarik.
  • Anak balita sebaiknya selalu ditemani selama perjalanan berangkat atau pulang sekolah.
  • Ketika bermain di luar rumah pun, anak balita sebaiknya juga didampingi oleh orang yang kita percaya.
  • Waspada terhadap orang-orang yang pernah bekerja di rumah, seperti pembantu, supir, mantan pembantu, atau mantan supir.
  • Orangtua sebaiknya mengetahui latar belakang mereka karena bisa jadi orang-orang itu menjadi kaki tangan penculik, secara sadar atau tidak sadar.
  • Jangan memberi kesempatan kepada orang asing untuk sering datang ke rumah, seperti pacar pembantu, misalnya, karena kesempatan ini mungkin digunakan untuk melakukan kejahatan.
  • Anak sebaiknya tidak perlu mengenakan perhiasan atau membawa barang mahal karena bisa memicu penculikan.
  • Jalin komunikasi yang baik dengan anak. Meskipun masih balita, anak sudah bisa bercerita tentang hal-hal yang dia alami.
  • Begitu pula dengan pihak sekolah. Di sekolah, orangtua harus tahu persis jam belajar sekolah dan dengan siapa anak berangkat dan pulang sekolah.
  • Sekolah juga perlu memastikan anak dijemput orang yang memang ditugasi orangtua.
  • Bila menggunakan jasa angkutan antar-jemput sekolah, orangtua harus tahu pasti siapa pengemudi kendaraan tersebut.
  • Orangtua harus bertanya jika ada orang lain (selain pengemudi tetap) yang mengemudikan kendaraan itu. Agar lebih aman, orangtua bisa menggunakan antar-jemput yang disiapkan sekolah.
  • Pihak sekolah harus bersikap tegas dan bertanggung jawab terhadap anak didiknya selama berada di sekolah.
  • Termasuk memerhatikan orang yang biasa mengantar jemput anak-anak. Jika ada penjemput yang baru, sebaiknya pihak sekolah atau guru terlebih dulu mengontak orangtua anak yang bersangkutan.
  • Untuk anak yang menggunakan kendaraan umum, orangtua harus mengajarkan anak untuk pergi dan pulang sekolah secara berkelompok. Dengan demikian, ketika ada salah satu anak yang hilang bisa terdeteksi secara dini. Jika ada seseorang yang memaksa anak untuk ikut, anak harus mencari tempat persinggahan yang aman seperti rumah penduduk.
  • Orangtua harus berani melaporkan kepada polisi jika ada penculikan meskipun ada ancaman. Namun, sebaiknya laporan itu dilakukan secara diam-diam.
  • Publikasi berlebihan terhadap kasus penculikan yang pelakunya belum tertangkap justru bisa mencelakakan korban.
  • Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka ikut mengamati dan mengawasi lingkungan. Masyarakat sebaiknya bersedia menjadi tempat singgah bagi anak-anak yang merasa terancam diikuti orang.

Sumber : http://life.viva.co.id / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Anak Bermain
Tags : Pendidikan, Pendidikan Anak

Tuesday, September 11, 2012

Inilah Daftar 10 Universitas Terbaik di Dunia 2012

Harvard Kennedy School of Government. Foto: thecrimson.com
London - Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat menggantikan posisi Universitas Cambridge di Inggris dalam daftar universitas terbaik di dunia. Pada saat yang sama, University College London naik ke posisi ke empat dalam daftar itu, menempatkannya di atas Oxford University yang bertahan di posisi kelima.

Dalam tabel yang disusun oleh QS World University Rankings itu, empat dari enam universitas terkemuka dalam daftar tersebut berada di Inggris.

Dalam daftar terbaru ini, banyak universitas yang mengalami "lonjakan" dan turun tajam. MIT ada di posisi ketiga dalam daftar tahun lalu. University College London naik dari nomor tujuh tahun lalu menjadi nomor empat dalam peringkat baru.

Imperial College London berada di peringkat keenam, yang berarti untuk pertama kalinya masuk dalam daftar enam universitas terkemuka di dunia. Inggris memiliki total 18 universitas dalam daftar 100 besar.

Harvard University, yang memegang posisi teratas selama enam tahun antara 2004 hingga 2009, berada di peringkat ketiga dalam daftar itu.

QS World University Rankings disusun dengan menggunakan enam indikator antara lain reputasi akademis, reputasi employer, rasio dosen atau mahasiswa, serta rasio mahasiswa internasional. Hasil didasarkan pada survei lebih dari 46 ribu akademisi dan 28 ribu pengusaha.

Proporsi siswa internasional di institusi dipandang sebagai indikator keanekaragaman universitas dan daya tarik internasional.

John O''Leary, editor Times Good University Guide menyatakan penting bagi universitas di Inggris untuk menata diri kembali agar menjadi yang teratas dalam soal mutu. "Terutama dalam hal riset dan perekrutan siswa internasional," katanya.

Berikut ini 10 besar universitas terbaik di dunia dan posisi mereka tahun lalu (dalam kurung):

  1. MIT (3)
  2. Cambridge (1)
  3. Harvard (2)
  4. University College London (7)
  5. Oxford (5)
  6. Imperial College London (6)
  7. Yale (4)
  8. University of Chicago (8)
  9. Princeton (13)
 10. California Institute of Technology (12)


Sumber : tempo.co / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Harvard
Tags : Pendidikan

Sunday, September 2, 2012

Cara Rahasia Mengurangi Emosi Anda

Sifat gampang marah ternyata bisa diubah, demikian pendapat para peneliti kesehatan mental. Pada salah satu penelitian berhasil ditemukan bahwa risiko serangan jantung bisa ditekan dengan mengurangi rasa marah. Bagaimana cara mengurangi keinginan untuk marah supaya tidak lekas jantungan?
  1. Rajin berolahraga secara teratur dapat mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati sehingga bisa mengatasi naik turunnya emosi. Yoga dan olahraga yang membuat rileks efektif untuk mengatasi sifat mudah marah.
  2. Tanyakan kepada diri sendiri apakah dengan marah-marah akan bermanfaat juga buat orang-orang di sekitar Anda. Misalnya, tanyakan “Apakah saya dapat mengontrol situasi ini? Dapatkah saya mengubahnya menjadi lebih baik dengan marah-marah?”
  3. Atasi ketegangan dengan mengambil beberapa napas dalam dan membuat otot-otot rileks. Bisa juga dengan mendengarkan musik lembut atau memvisualkan diri sendiri tengah berlibur di tempat favorit.
  4. Periksa lagi bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan orang lain. Banyak situasi yang menyulut kemarahan melibatkan orang lain. Saat diskusi menjadi panas dan membuat marah, hitung sampai 10 sebelum bicara. Ambil napas terlebih dahulu. Dengarkan lawan bicara secara seksama.
  5. Coba sisipkan humor karena terbukti efektif meredakan kemarahan.
  6. Cari alternatif, apakah Anda hanya marah-marah pada situasi tertentu? Selama beberapa minggu, buat catatan kapan dan di mana Anda biasa marah-marah. Kemudian lihat apakah ada kecenderungan tertentu yang memicu kemarahan.
  7. Pertimbangkan konseling bila perlu. Ceritakan pada dokter soal kebiasaan Anda ini. Dokter itu akan merujukkan Anda pada orang yang ahli.  

Sumber : Diyah Triarsari/doktersehat.com | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : ilustrasi
Tags : Kesehatan, Psikologi

Test Kepribadian Berdasarkan Teori Kode Warna

TES KEPRIBADIAN BERDASARKAN TEORI KODE WARNA

Ada dua cara untuk mengerjakan tes kepribadian gratis ini. Yang pertama adalah secara online, di www.colorcode.com. Sedangkan cara kedua secara offline, yaitu dengan mendownload file (versi buku).

Jika anda bingung dengan teori kepribadian berdasarkan warna bisa baca secara singkat di tulisan saya mengenai karakter manusia


TES KEPRIBADIAN ONLINE
Keuntungan dari melakukan tes kepribadian secara online ini adalah anda tidak perlu menghitung hasilnya secara manual. Cukup pilih jawaban yang sesuai dengan kepribadian anda, lalu hasil akan dikirimkan ke email anda. Masalahnya adalah website ini menggunakan bahasa inggris ! Saya pernah mencoba untuk menerjemahkannya dengan Google translate tapi malah bingung karena kosakata yang digunakan udah level mahir. Jika kemampuan inggris anda pas-pasan (seperti saya) silahkan gunakan cara offline.

TES KEPRIBADIAN MANUAL (OFFLINE) -- UPDATE 04/01/2012
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mendownload tes psikologi yang sudah saya terjemahkan di Ziddu (supaya tidak memakan bandwith dan space website saya!). Kemudian isi sejujurnya, demi diri anda sendiri! 

Ternyata, ada perbedaan antara tes psikologi Hartman di website dan di buku Color Code. Sebelum tanggal 4 Januari 2012, tes yang anda download saya ambil dari website resmi Taylor Hartman. Setelah tanggal ini, Link download tes kepribadian saya arahkan ke Versi Buku. Tetapi jika anda mau mencoba versi terjemahan online bisa klik di sini. Terima kasih buat teman-teman yang memberi kritik dan masukan mengenai ketidaksesuaian tes Hartman dengan Tes Galen. Semoga perbaikan ini bisa menjawab pertanyaan dan kebingungan anda.

Setelah itu hitung hasil pilihan anda. Jawaban apa yang paling banyak ? Ini mewakili karakter primer anda, sedangkan sisanya adalah kepribadian sekunder anda.

Jika pilihan anda kebanyakan A maka kepribadian utama anda adalah Merah.
Jika pilihan anda kebanyakan B maka kepribadian utama anda adalah Biru.
Jika pilihan anda kebanyakan C maka kepribadian utama anda adalah Putih.
Jika pilihan anda kebanyakan D maka kepribadian utama anda Kuning.

Selamat, anda berhasil mengidentifikasi kepribadian primer dan sekunder anda. Lalu apa yang harus anda lakukan ? Apa yang anda ketahui tentang Merah atau Biru, atau Putih, dan Kuning ? Silahkan baca tulisan saya di bawah ini mengenai keempat tipe kepribadian Hartman untuk mendapatkan gambaran mengenai keempat tipe kepribadian yang saya maksudkan.

MERAH, Si Pengguna Kekuasaan
Dilambangkan dengan api dan tujuan utamanya adalah Kekuasaan
BIRU, Si Pelaku Kebajikan
Dilambangkan dengan tanah dan tujuan hidupnya adalah orang lain
PUTIH, Si Penjaga Kedamaian
Dilambangkan dengan air dan tujuan hidupnya adalah ketenangan
KUNING, Si Pencinta Kesenangan
Dilambangkan dengan udara dan tujuan hidupnya adalah Kesenangan

SEBUAH CONTOH KEPRIBADIAN HARTMAN
Empat orang sahabat dari Indonesia pergi berlibur di LOS ANGLES, Amerika. Tak lama kemudian ada pencopet yang menguras isi tas dan dompet mereka . Mereka kehilangan semua uang paspor, dan parahnya tidak ada yang bisa berbahasa inggris. Bagaimana reaksi masing – masing kepribadian.

MERAH
Tenang ! Mari kita lihat dulu apa yang ada pada kita saat ini. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kamu pergi tanyakan ke petugas yang ada di sana untuk membuat laporan kehilangan atas barang – barang kita. Kamu tetap di sini untuk menjaga barang-barang kita. Dan kamu pergi ke petugas penerima barang, tanyakan apa masih ada barang yang tertinggal di bagasi pesawat kita, karena mungkin barang-barang kita tidak hilang tetapi masih terselip di antara barang-barang lainnya !

BIRU
Hei ! kita baru saja kehilangan semua uang dan paspor kita. Kita berada di negara yang pengisi waktu luang nasionalnya bukan dengan bermain bola dan mereka tidak bisa bahasa Indonesia. Kita tidak punya transportasi, dan kita tidak tahu sama sekali di mana letak kedutaan Indonesia. Dan kamu bilang semua baik-baik saja dan kita harus tenang saja ! Beritahu aku, apakah menurutmu mungkin selain uang dan tanda pengenal kita, mereka mengambil sesuatu yang lain, seperti misalnya otakmu ?

PUTIH
Kita tidak dapat mengganti uangnya, dan aku yakin paspor kita akan kembali. Lagipula, apa gunanya itu untuk orang lain. Kita datang saja ke kedutaan Indonesia dan jelaskan situasi kita pada pihak berwenang.

KUNING
Yah ! Apes deh ! Eh…kamu ada kartu kredit nggak ? Kan masih bisa kita gunakan untuk beli makanan di sana ! Makan dulu deh….aku lapar nih !  Untungnya aku masih punya beberapa ratus dolar di kantongku ! Kamu mau pesan apa ? Oh iya…kamu kan punya teman di sini…kita kan bisa numpang di rumahnya dan pergi ke Disneyland lalu ke Las Vegas. Nanti deh aku tak minta istriku kirim uang tambahan ! 

Tes Psikologi berdasarkan Teori Galen
Apakah anda Melankolis, Sanguinis, Kolerik, atau Plegmatis ?


Sumber : wapannuri.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : -
Tags : Pendidikan, Psikologi

Saturday, September 1, 2012

Manfaat Baca Buku untuk Kesehatan

Dengan membaca buku juga mampu mengurangi tingkat stres.

Pekerjaan padat dan juga semakin canggihnya alat-alat gadget, membuat orang-orang mulai jarang melirik membaca buku. Sekarang ini, banyak orang yang lebih senang mengutak-atik gadget mereka, daripada membaca buku. Padahal, membaca buku tak hanya bisa memperluas wawasan dan pengetahun kita. Membaca buku juga bermanfaat untuk kesehatan.

Hal itu diungkapkan para ilmuwan dari Oxford University. Mereka berpendapat membaca buku tidak hanya untuk kecerdasan, namun juga baik secara fisik dan psikologi. Menurut Profesor John Stein, membaca tak hanya mengikuti plot pasif, tapi juga menghadirkan imajinasi. "Kita merasa empati dengan karakter sehingga kita melalui semua pasang surut dengan mereka," kata Stein seperti dikutip dari GeniusBeauty.

Selain itu, jika seseorang membaca buku tentang penciuman, rasa, atau gambar pemandangan, akan membuat bagian otak yang bertanggungjawab untuk persepsi akan mulai bekerja, seolah-olah itu terjadi dalam realitas.

Disamping itu, manfaat lainnya adalah, enam menit membaca juga bisa mengurangi tingkat stres sekitar dua pertiga. Tak cuma itu, membaca mampu membantu mengatasi stres lebih baik dibanding berjalan di alam atau mendengarkan musik.

Dan dengan membaca buku juga akan bermanfaat dalam hal disiplin mental, seperti kemudahan perencanaan jangka panjang dan pengelolaan percakapan panjang tentang topik yang sama. Dengan begitu, alangkah pentingnya untuk menanamkan kecintaan membaca buku sejak kecil.


Sumber : life.viva.co.id | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : ilustrasi
Tags : Kesehatan

Friday, August 24, 2012

Ayo, Tes Mata dan Otak Anda Lewat Permainan Ini

Ada satu permainan menarik dengan melihat gambar di bawah ini. Sesekali kita lakukan tes untuk meneliti seberapa teliti mata mencari dan melatih respon otak.

Aturan mainnya sebagai berikut:

1. Sebaiknya lakukan hal ini bersama keluarga, teman-teman atau pasangan.

2. Ambil stopwatch untuk menghitung waktu

3. Tentukan caranya: "Cari angka 8 dari deretan angka pada gambar"

4. Siap? Langsung cari...

5. Nah, kalau Anda  bisa mendapatkan angka 8 di bawah 15 detik berarti mata kamu masih jeli dan cerdas. Kalau antara 30 hingga 40 detik, artinya standar. Tapi kalau lebih dari 1 menit, wah harus periksa ke dokter mata, deh.

Selamat bermain :-)




Sumber : republika.co.id / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : ilustrasi
Tags : Pendidikan

Friday, July 20, 2012

Disiplin Diri Demi Anda Sendiri

DISIPLIN DIRI DEMI ANDA SENDIRI

Disiplin adalah karakter. Disiplin adalah hasil dari proses belajar. Kita bisa mendisiplinkan diri kita sendiri. Dan disiplin adalah satu-satunya jalan meraih kesuksesan. Kabar buruknya, menjadikan diri sendiri untuk disiplin itu susahnya minta ampun!.

Namun Itulah harga yang harus anda bayar untuk memperbaiki nasib. Tidak ada orang yang ditakdirkan miskin seumur hidupnya ! Yang ada hanya orang yang kalah dengan dirinya sendiri, pikiran dan sikap negatifnya.



DISIPLIN DIRI ADALAH PROSES

Apa yang mudah saat ini, dulunya adalah sesuatu yang sulit. Dan apa yang sulit sekarang ini, kedepannya akan menjadi mudah. Itulah proses yang terus menerus terulang dalam hidup kita. Proses pembelajaran ini akan menjadi cepat dan kebiasaan jika ada "paksaan." Contohnya ya kondisi anda saat ini ! Kerja ikut orang.
"Kamu dibayar untuk melakukan pekerjaan yang saya perintahkan ke kamu. Saya menginginkan hasil, bukan alasan !" seru bos anda. "Kalo hasilnya cuman segini, anak saya yang masih SMP juga bisa. Kamu itu kerja atau main-main sih ? Teman-temanmu saja bisa jauh di atas target ! Saya kasih kamu kesempatan sekali lagi. Kalau masih tidak sampai mencapai target, You saya Go To Hell-kan." sambung si bos.
Maka mulailah kita terpacu (atau terpaksa yaaa!) memikirkan cara supaya bisa mencapai target. Otak kita pun muter-muter mencari jalan keluar. Tanya teman kerja, cari teman lama, browsing di internet untuk belajar, dan hoplah ! Anda kesasar ke wapannuri (dot) com. Baca-baca dan baca, anda berharap menemukan tips sukses bekerja. Elah dalah....ternyata marah dimarahi ama si penulisnya. Apes....apes ! Apa memang wes nasibku gini ya jadi jongos ?